Membuat Proposal yang Menarik dan Dilirik Juri atau Investor

Jika kamu memiliki sebuah ide bisnis, jangan langsung terburu-buru untuk merealisasikannya, ya! Alangkah lebih baik bila kamu kembangkan dahulu ide tersebut menjadi suatu rencana bisnis komprehensif dan kemudian tuangkan ke dalam proposal. Membuat proposal perencanaan bisnis (business plan) ini tentunya sangat penting untuk membantu menetapkan target realistis yang akan dicapai. Proposal perencanaan bisnis juga dijadikan ‘alat’ untuk menggaet para investor yang akan memberikan aliran dana bagi keberlangsungan bisnismu. Selain itu, dalam konteks perlombaan business plan, proposal bisnis ini menjadi salah satu kunci penilaian sebuah tim atas ide bisnis mereka sekaligus sebagai penentu menjadi sang juara.

Nah, mungkin kamu pernah berpikir, dalam suatu perlombaan business plan pasti ada banyak sekali proposal yang harus dinilai juri. Atau mungkin kamu juga berpikir, seorang investor pasti menerima ratusan kiriman proposal untuk ia pertimbangkan. Proposal-proposal bisnis tersebut berlomba-lomba memenangi perhatian juri atau investor tersebut. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk membuat proposal perencanaan bisnis biasa menjadi ‘juara’ dan akan dilirik investor atau juri? Teruskan membaca artikel ini, ya!

Hal signifikan yang akan pertama kali diperhatikan oleh seorang juri atau investor adalah bagian ringkasan eksekutif (executive summary) dalam proposalmu. Karena biasanya terdapat begitu banyak proposal yang harus dibaca, seorang juri atau investor akan kesulitan untuk secara seksama memperhatikan lembar demi lembar tiap proposal perencanaan bisnis. Umumnya, yang akan pertama kali diamati para juri dan investor adalah halaman-halaman awal proposal dimana ringkasan eksekutif dimuat. Maka dari itu, luangkan waktu dan beri usaha ekstra dalam menyusun ringkasan eksekutif bisnismu. Bagian ini akan menentukan apakah juri atau investor memahami dan tertarik akan keseluruhan ide bisnismu untuk ditelaah lebih lanjut.  Nah, dalam kata lain, perkuatlah ringkasan eksekutif dari bisnismu.

Lalu, apalagi kira-kira yang bisa ditingkatkan dari proposal bisnismu? Pada bagian penjelasan inovasi produk, berilah penjelasan dengan bahasa umum yang mampu dipahami segala pihak maupun kalangan dari bidang apapun serta tidak menimbulkan keambiguan. Misalnya, di MIT Enterprise Forum yang diselenggarakan di Amerika Serikat, terdapat sebuah tim yang mempunyai ide bisnis berbasis teknologi informasi (IT). Awalnya, tim tersebut menjelaskan inovasi produknya dengan menggunakan istilah-istilah IT yang kurang familiar bagi panelis. Kemudian, setelah panelis memberi saran akhirnya tim itu menyusun kembali proposal perencanaan bisnis mereka dengan penjelasan produk yang lebih mudah dipahami. Ide produk bisnisnya bertransisi dari technology-driven menjadi market-driven yang dapat lebih diterima secara umum. Intinya, pastikan Bahasa yang kamu gunakan dalam proposalmu jelas dan mudah dipahami siapapun yang membacanya.

         Oh iya, ada sedikit saran juga nih berdasarkan apa yang dikatakan Harvard Business Review. Pada artikel tersebut ditulis bahwa kita harus senantiasa menuliskan proposal dari sudut pandang yang mencerminkan ketiga pihak terkait yaitu pasar (market), investor atau juri (pembaca proposal), dan produsen (pemilik ide bisnis dan penyusun proposal). Salah satu tujuan penulisan proposal perencanaan bisnis adalah untuk meyakinkan pertimbangan pihak-pihak terkait terutama para pembaca proposal. Maka penting untuk kita ingat, tulislah proposal dari kacamata pembaca yang pada akhirnya akan memuaskan dan memenuhi ekspektasi pihak pembaca proposal.

Kemudahan akses terhadap contoh-contoh proposal dalam berbagai situs di internet dapat memberikan kamu inspirasi dalam menyusun proposal. Peluang ini tentu harus kamu manfaatkan sebaik mungkin. Namun, kesempatan ini juga dapat menjadi tombak balik jika yang kamu lakukan hanyalah copy-paste proposal yang tersedia. Kamu dapat mengikuti format proposal yang tersedia secara luas di internet, tetapi sebatas gambaran besarnya saja, ya! Isi proposal yang terkesan monoton akan memberikan kesan membosankan bagi para juri maupun investor. Selain itu, kamu juga dapat menambahkan elemen-elemen berupa grafik, tabel, gambar penjelasan, atau bahkan ilustrasi untuk menunjang informasi dalam proposal. Tidak ada tolok ukur benar salah secara spesifik dalam penyusunan proposal. Oleh karena itu, jangan menjiplak contoh proposal yang kamu temukan dan susunlah proposal sekreatif mungkin!

Terakhir, sebuah proposal perencanaan bisnis yang ditulis dengan rapi, baik, dan benar selalu lebih nyaman dibaca dan akan memberi peluang lebih bagi terpilihnya proposalmu menjadi proposal ‘juara’ yang akan dilirik. Kamu bisa mengingat sedikit tips ini.

Begitulah beberapa kiat-kiat yang dapat kamu terapkan untuk memperkuat proposalmu agar unggul dari proposal-proposal bisnis yang lainnya. Semoga dengan menerapkannya, ide cemerlang dari inovasi bisnismu akan memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk memenangi suatu perlombaan perencanaan bisnis ataupun menggaet investor. Jika kamu membutuhkan tips atau informasi lainnya seputar perencanaan bisnis dan sociopreneur, langsung aja kepo-in laman situs Management’s Events dan cek artikel-artikel Insight IDEAS lainnya!

Sumber: 

https://hbr.org/1985/05/how-to-write-a-winning-business-plan

https://medium.com/@BizzBeeSolution/what-do-investors-want-to-see-in-a-business-plan-9d391a8ba7a0

https://www.entrepreneur.com/article/238926

IDEAS Batch 7Insight

IDEAS UGMinsight ideaslomba business planThe 15th ME

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *