Cerita tentang Bangkit dari Kegagalan

Halo, teman-teman! Pengumuman tahap satu IDEAS batch 7 tinggal beberapa hari lagi, nih! Buat teman-teman yang belum lolos, jangan bersedih dan putus asa, ya! Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, kok. Yuk, kita simak pengalaman Kak Muhammad Yusuf Ridwan, mahasiswa Akuntansi UGM angkatan 2017, tentang bagaimana dia menghadapi kegagalan!

Q : “Apakah pernah ikut lomba tapi akhirnya kalah? Boleh diceritakan pengalamannya?”

A : Pernah pastinya. Pertama kali ikut lomba saat semester 1 itu di UNS, lomba business plan. Sudah sampai di babak final, tetapi ternyata kalah karena saat presentasi kurang persiapan sehingga banyak kesalahan point tidak berhasil disampaikan, sedangkan teman-teman peserta lainnya persiapannya matang banget. Setelah itu, aku coba beberapa lomba lagi, lomba paper. Namun, baru babak awal aja udah kalah. Sedih sih ternyata nggak segampang yang dibayangkan, padahal juga udah meluangkan waktu untuk lomba ini.

Q : “Apa saja yang dilakukan setelah kalah lomba?” 

A : Pertama, evaluasi kekurangan tim kita apa saja. Seperti waktu lomba pertama, kita melakukan evaluasi jadi tahu ternyata kita selain kurang pengalaman, kita juga kurang persiapan. Kedua, kita tidak boleh berhenti mencoba karena ketika kita gagal bukan berarti selesai atau tidak bisa lanjut mencoba lagi. Selain itu, aku sama teman-teman juga termotivasi sih, pingin tahu gimana caranya menang dan gimana rasanya menang lomba. 

Q : “Setelah melakukan evaluasi dan mencoba lagi, bagaimana hasilnya?”

A : Akhirnya aku berhasil menang lomba pertama itu lomba FoSSEI di Jogja. Namun, sejujurnya aku merasa kurang pantas menang di lomba ini karena saat mengerjakan aku dan teman-teman tidak memberikan effort 100%, seperti kurang semangat. Selain itu lawannya juga tidak banyak. Kalau lomba yang dimenangkan paling berkesan pertama sekaligus merasa effort itu lomba business case di Surabaya karena ini lomba nasional pertama yang aku dan teman-teman berhasil dapatkan juara. Pada babak pertama kita udah optimis karena udah persiapan matang, tetapi saat babak kedua mulai pesimis karena dikasih case on the spot yang susah sekali dan banyak kendala juga. Ditambah lagi, LO-nya waktu itu malah bilang, “Tetap semangat, ya! Meskipun nggak menang nggak masalah”. Tapi ternyata, waktu pengumuman kita dapat juara 1. Waktu itu kaget banget juga karena itu  lomba nasional pertama yang dimenangi. Sampai saat ini, aku udah menang kurang lebih 8 lomba yang berbeda-beda.

Q : “Pelajaran apa yang bisa diambil dari pengalaman kakak yang awalnya gagal lalu bangkit kembali?”

A : Banyak pelajaran aku dapat dari pengalaman ikut lomba. Yang pertama itu, insight. Setiap lomba pasti aku selalu belajar hal baru yang kadang tidak aku dapatkan saat kuliah. Jadi, setiap ikut lomba, ilmu itu selalu bertambah. Selanjutnya adalah belajar untuk mengevaluasi diri. Dari pengalaman lomba-lomba sebelumnya, aku bisa belajar dari kekuranganku dan berusaha untuk mengembangkannya. Ketiga, aku berlatih soft skills, seperti teamwork dan time management. Kalau ikut lomba, kita harus bisa bekerja sama dengan teman serta mampu mengatur waktu antara kuliah dan kesibukan lainnya. Pengalamanku ikut lomba juga membantuku menambah relasi. Saat ikut lomba, terutama waktu sudah di babak final, kita pasti ketemu orang-orang baru terutama teman-teman mahasiswa dari universitas lain. Nah, yang terakhir dan paling penting adalah belajar untuk tidak mudah menyerah dengan keadaan karena ketika kita gagal bukan berarti kita tidak bisa.

Q : “Bagaimana kakak memandang sebuah kegagalan?”

A : Kalau menurutku, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Ketika kita gagal, itu kita one step ahead menuju kesuksesan. Kalo nggak gagal, kita malah nggak belajar. Aku merasa lebih belajar ketika kita gagal daripada waktu kita sukses. Menurutku, ketika kita gagal, bukan berarti kita selesai, tapi kita baru ngasih jalan menuju keberhasilan yang lain. Kalau misalkan kita gagal, kuncinya cuma satu, coba lagi. Soalnya kita nggak pernah tahu kapan kita berhasil. Mungkin di lomba ini kita gagal, lomba berikutnya masih gagal, tapi di lomba yang kesekian kita berhasil dan bisa jadi setelah kita berhasil, kita gagal lagi, itu nggak masalah. Jangan menganggap semua kegagalan itu akhir segalanya. Justru itu adalah salah satu tahapan dari keberhasilan. Buat tambahan, perlu juga untuk punya circle pertemanan yang punya motivasi atau tujuan yang sama. Hal itu penting untuk saling memotivasi kalau sedang mengalami kegagalan.

 

Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *