Seberapa Penting sih Business Model Canvas Dalam Perencanaan Bisnis?


Sebelum memulai suatu bisnis, pastinya kamu harus membuat perencanaan yang matang dari segala aspek agar dapat menarik pelanggan atas produk yang kamu tawarkan. Membuat Business Model Canvas (BMC) ini dapat membantu kamu dalam melakukan perencanaan tersebut lho. Maka dari itu, kita akan jelasin secara singkat bagian-bagian di dalam BMC ditambah lagi kita akan memberikan contoh  yang diambil langsung dari perusahaan yang sudah familier, yaitu Spotify,  yuk disimak!

Key Partners

“Siapa sih pihak yang dapat membantu perusahaan kamu?”

Pertanyaan ini dapat mempermudah kamu dalam menentukan key partner perusahaanmu. Bagian key partners berisi informasi pihak eksternal yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Spotify memilih key partners mereka seperti musisi-musisi, perusahaan rekaman, dan produk layanan internet. Kenapa Spotify memilih mereka sebagai key partners-nya? Dengan bekerja sama dengan key partners-nya, Spotify dapat menambah jumlah pengguna aplikasi streaming musik mereka karena hal tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas layanan dan dapat menarik minat para pelanggan. 

Key Activities

Hal apa sih yang bisnis kamu akan fokus lakukan?”

Bagian key activities dapat kamu isi dengan kegiatan perusahaan yang akan dieksekusi sesuai tujuan dibentuknya perusahaan tersebut. Mengembangkan aplikasi dan menambah aplikasi di berbagai platform menjadi salah satu key activities Spotify. Dengan melakukan hal ini, Spotify dapat mencakup lebih banyak pengguna dan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pengguna aplikasi mereka.

Key Resources

“Apa saja yang dapat membuat perusahaan kita sukses dan berjalan dengan lancar?”

Pada bagian ini, kamu mengisi komponen yang dibutuhkan perusahaan kamu agar dapat bekerja dengan baik. Dengan memaparkan komponen penting yang kamu butuhkan, perusahaan kamu dapat menjalankan key activities yang sudah ditetapkan secara lancar. Contohnya, Spotify memaparkan komponen “memiliki ribuan karyawan” pada bagian key resources. Dengan adanya banyak karyawan, berbagai bidang internal maupun eksternal perusahaan dapat di-handle dengan sistematis dan terarah. Koleksi berbagai jenis musik dengan jumlah banyak juga menjadi key resources Spotify karena dapat menarik pelanggan yang mempunyai preferensi musik yang berbeda beda.

Value Propositions

“Konsumen kita membutuhkan apa, ya?”

Value propositions adalah inovasi, fasilitas, dan juga layanan yang ditujukan untuk membuat perusahaan atau produk kamu menarik bagi pelanggan. Spotify menetapkan berbagai bentuk iklan yang unik dan menarik sebagai salah satu value propositions mereka. Dengan adanya berbagai iklan yang tersebar di internet tentang Spotify, semakin banyak orang yang berpotensi untuk mencoba aplikasi Spotify sebagai tempat memutar musik favorit mereka.

Customer Segments 

“Siapa target konsumen untuk bisnis kamu?” 

Customer segments berisi daftar kelompok konsumen yang bisnis kamu targetkan. Sebenarnya, customer segments  sangat berkaitan lho dengan value propositions. Value propositions yang kamu miliki akan menjadi penentu tepat atau tidaknya customer segments yang telah kamu tetapkan. Tanpa customer segments, bisnis yang kamu jalankan seperti tidak ada arah dan tujuan yang jelas. Oleh karena itu, customer segments ini menjadi sebuah aspek yang paling penting dan harus kamu pikirkan dengan matang. Seperti yang kita ketahui, segmentasi utama Spotify adalah para pecinta musik. Segmentasi ini sudah sangat sesuai dengan esensi dari Spotify itu sendiri, yaitu platform yang bergerak di bidang musik.  

Customer Relationship 

“Apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga hubungan dengan pelanggan?” 

Memahami dan mendekati konsumen adalah hal yang sangat penting dalam menjalani sebuah bisnis lho. Dengan customer relationship ini, kita dapat mengetahui cara yang paling efektif untuk berinteraksi dengan konsumen. Misalnya, Spotify menyediakan kualitas suara musik HD agar pelanggan dapat mendengar musik dengan suara yang jelas. Selain itu, terdapat fitur song recommendation yang dibuat secara otomatis oleh Spotify berdasarkan referensi lagu-lagu yang terakhir kamu dengar.

Channels 

Apa cara yang dapat kamu lakukan untuk menjangkau pelanggan?” 

Channels dapat membantu kamu dalam memasarkan atau mempromosikan produk yang kamu miliki. Channels juga dapat dikatakan sebagai bentuk mem-branding produk yang kamu tawarkan kepada pelanggan. Dengan adanya channels, kamu dapat menyampaikan value propositions kepada customer segments dengan efektif. Pemilihan channels ini harus kamu lakukan secara tepat karena channels merupakan salah satu aspek yang paling menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Spotify menggunakan media sosial yang dimilikinya untuk menjangkau para pelanggan melalui instagram, twitter, dan facebook sebagai channels-nya. Oleh karena itu, ketiga media sosial tersebut digunakan Spotify dalam berkomunikasi dengan para pelanggan. 

Revenue Streams

“Bagaimana bisnis yang kamu jalankan dapat menghasilkan pendapatan?

Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentunya kamu ingin mendapatkan sebuah penghasilan. Maka dari itu, kamu harus memaksimalkan segala elemen  yang kamu tulis di dalam business model canvas agar mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan. Selain itu, kamu juga harus menetapkan strategi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan. Contohnya seperti  Spotify yang tak hanya memberikan layanan gratis kepada para pelanggannya, tetapi Spotify juga menawarkan versi premium kepada para pelanggan yang ingin mendapatkan layanan khusus. Hal ini secara tidak langsung menjadi strategi bisnis Spotify untuk menghasilkan pendapatan sekaligus mencapai kepuasan para pelanggannya. 

Cost Structure

“Apa saja bentuk biaya yang akan kita keluarkan?”

Tentu saja dalam menjalankan bisnis, pasti kamu akan mengeluarkan biaya untuk menjalankan suatu kegiatan perusahaan. Pada bagian cost structure, paparkan biaya perusahaan seperti, biaya pemasaran, biaya sumber daya manusia, biaya asuransi produk, dan juga biaya tempat yang digunakan oleh perusahaan kamu. Spotify mempunyai cost structure terdiri dari  operasi IT, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk perawatan aplikasi dan server mereka. Biaya royalti juga menjadi salah satu pengeluaran terbesar yang dikeluarkan oleh Spotify. Pasalnya, bisnis ini bergerak di bidang musik yang memerlukan kerjasama antara pemilik lagu dan Spotify itu sendiri. 

Setelah membaca artikel di atas, dapat kita ketahui bahwa hubungan antara elemen BMC saling berkaitan satu sama lain. Semoga business model canvas yang dimiliki oleh Spotify dapat membantu kamu dalam mengimplementasikan ide bisnis yang kamu miliki! Nah, gimana teman-teman? Apakah kamu sudah lebih mengerti mengenai struktur dan fungsi masing-masing bagian di dalam BMC? Kami harap artikel ini dapat bermanfaat dan jangan lupa untuk mengunjungi artikel kami yang lain!

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *