Sociopreneurship untuk Menjawab Tantangan SDGs

Tantangan sociopreneur

“The depth of the issues that the Sustainable Development Goals are seeking to achieve need the most catalytic and innovative engagements, these are represented by the determination and vision of social enterprises.”

Jenna Nicholas, CEO at Impact Experience

Keberlangsungan planet bumi sebagai rumah dari berjuta-juta spesies yang kita cintai ini tentu lah menjadi concern bersama semua penghuninya. Kesadaran kolektif masyarakat dan upaya kolaboratif antarnegara di mana penghuni-penghuni bumi ini bermukim perlu dilakukan serta digalakan. Berangkat dari kekhawatiran tersebut, kemudian lahirlah indikator capaian universal yang mungkin banyak dari kita telah mengenalnya sebagai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDGs sendiri lahir dari kesepakatan negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjawab tantangan dan permasalahan di dunia. Nah, untuk bisa mencapai pembangunan berkelanjutan yang diharapkan, SDGs mengusung 17 poin penting dengan mengintegrasikan tiga elemen inti yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Harapannya sih, di tahun 2030 nanti dunia bisa menjadi tempat yang lebih baik bagi semua. Hal tersebut lagi-lagi juga hanya bisa dicapai jika semua pihak mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat secara umum berkontribusi melaksanakan perannya masing-masing. SDGs hadir layaknya Polaris bintang utara pemersatu arah yang harus dituju masyarakat dunia. 

Sebagai komponen dari masyarakat, kita bisa mulai bergerak melakukan sesuatu lho untuk membantu mendukung keberhasilan SDGs. Salah satu caranya ya dengan menjadi sociopreneur yang membangun bisnis tepat berkelanjutan dan memberi value bagi sekitarnya. Social entrepreneurship atau kewirausahaan sosial selaras mendukung implementasi SDGs karena mampu menghadirkan solusi untuk permasalahan sosial yang ada dan memberi dampak positif kepada masyarakat. Seorang sociopreneur akan cenderung melihat suatu masalah sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis baru yang bermanfaat. Selain itu, hasil yang ingin dicapai juga tak melulu tentang profit. Usaha yang sociopreneur lakukan bisa kita katakan sebagai investasi jangka panjang. Dalam perjalanan usahanya, seorang sociopreneur sembari menebar benih-benih kontribusi kebaikan menuju pembangunan berkelanjutan di daerahnya. 

Perlu kita ketahui nih, menurut Peneliti Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan dari Arizona State University, Prof. James Herbert, hingga saat ini sudah banyak sociopreneur dunia yang telah berhasil berkontribusi bagi pencapaian SDGs. Misalnya saja di Afrika terdapat Alive & Kicking yaitu sebuah manufaktur bola sport yang memproduksi bola handmade berkualitas. Keuntungan dari bisnis ini digunakan untuk mendonasikan perlengkapan olahraga ke sekolah-sekolah di penjuru Afrika dan bisnis ini juga telah berhasil memberdayakan 140 orang di Nairobi, Lusaka, dan Accra. Selain itu, Alive & Kicking juga menjalankan program edukasi kesehatan di sekolah-sekolah. Bisnis sosial ini berhasil berkontribusi mendukung implementasi tujuan SDG yang ketiga yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan (good health and wellbeing). Tak hanya Alive & Kicking, ada juga lho bisnis sosial bernama Aduna yang bergerak di bidang makanan dan berkontribusi mewujudkan tujuan SDG ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (decent work and economic growth). Aduna memanfaatkan baobab yang merupakan buah eksotis Afrika dengan mengubahnya menjadi produk menarik. Bisnis baobab ini akhirnya berhasil menciptakan pendapatan tetap berkelanjutan bagi pelaku produksinya di pedesaan Afrika. Wah, ternyata aktivitas sociopreneur juga turut berperan melakukan transformasi sosial di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pengembangan usaha, ya!

Nah, mungkin sekarang timbul pertanyaan di benak kita. Bagaimana jika kita ingin ikut terjun berkontribusi? Harus memulai dari mana, ya? Ada sedikit tips nih yang sekiranya bisa kita terapkan dalam memulai bisnis yang mendukung SDGs. Pertama-tama, pertimbangkanlah poin penting tujuan SDGs keberapa yang paling relevan untuk diimplementasikan. Perlu juga diingat walaupun bisnis sosial yang akan kita rintis hanya berfokus pada satu tujuan SDGs, tak lantas membuat kita abai terhadap tujuan-tujuan lain karena pada dasarnya mereka saling berkaitan. Langkah selanjutnya, kita perlu benar-benar memahami apa yang menjadi target dan indikator dari tujuan tersebut untuk kemudian merencanakan model bisnis nyata dan mengembangkannya. 

Pada akhirnya, hanya dengan adanya kesadaran dari semua pihak akan esensi SDGs lah kontribusi krusial dapat tercipta demi dunia yang lebih baik. Keberadaan bisnis sosial tentu tidak bisa kita pisahkan dari perkembangan pencapaian tujuan SDGs. Peran aktif inovatif seorang sociopreneur kemudian hadir menjadi solusi signifikan dalam menjawab tantangan-tantangan untuk menuju cita-cita SDGs di tahun 2030. 

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *